Deddy Sitorus, anggota DPR dari Fraksi PDIP, menyampaikan keluhan yang diterima dari warga di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Warga mengeluhkan kondisi akses jalan yang buruk, ketersediaan sembako yang terbatas, serta pasokan listrik yang belum memadai. Menurut Deddy, keluhan tersebut mencerminkan kebutuhan akan perhatian pemerintah yang lebih serius terhadap daerah perbatasan.
Kondisi infrastruktur dasar di kawasan perbatasan sering kali menjadi sorotan karena berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat setempat. Akses jalan yang tidak memadai menghambat distribusi barang kebutuhan pokok, sementara pasokan listrik yang tidak stabil membatasi aktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari.
Dalam konteks yang lebih luas, ketimpangan pembangunan antara wilayah perbatasan dan pusat kota dapat memperlebar kesenjangan akses terhadap layanan dasar. Hal ini berpotensi memengaruhi mobilitas penduduk dan pilihan mereka untuk mencari kondisi kehidupan yang lebih baik di negara tetangga.
Selain itu, keterbatasan infrastruktur listrik juga berdampak pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di daerah perbatasan. Tanpa pasokan listrik yang andal, masyarakat kesulitan mengakses layanan digital yang semakin menjadi bagian penting dari kegiatan ekonomi modern.
Pemerintah pusat dan daerah perlu mempertimbangkan pendekatan pembangunan yang terintegrasi, mencakup peningkatan jaringan transportasi, stabilisasi pasokan energi, serta penyediaan barang kebutuhan pokok. Langkah-langkah tersebut dapat membantu menjaga keterikatan warga dengan wilayahnya sendiri.
Deddy menekankan bahwa perhatian lebih serius dari pemerintah diperlukan agar keluhan warga tidak berulang dan kondisi di perbatasan dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
