Eks Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang membantah anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis bersifat politis. Ia menegaskan bahwa program tersebut dirancang untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia tanpa motif politik tertentu.
Dalam pernyataannya, Nanik menyatakan bahwa anak balita hingga sekolah dasar yang menjadi sasaran program pada 2029 belum memiliki hak pilih. Hal ini menjadi dasar penolakannya terhadap tuduhan bahwa MBG digunakan untuk kepentingan elektoral.
Nanik mengundurkan diri dari posisinya demi alasan kesehatan pribadi. Meskipun demikian, ia menyatakan komitmennya untuk tetap mengawasi pelaksanaan program di BGN dari luar struktur organisasi.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah yang menyasar perbaikan status gizi generasi muda. Keberlanjutan program ini memerlukan pengelolaan yang transparan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Dari sisi analisis, pengunduran diri seorang pimpinan lembaga seperti BGN berpotensi memengaruhi koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan program gizi nasional. Stabilitas kepemimpinan menjadi faktor penting untuk memastikan target cakupan program tetap tercapai.
Selain itu, penekanan pada kelompok usia yang belum memiliki hak pilih menggarisbawahi orientasi jangka panjang program terhadap pembangunan sumber daya manusia. Pendekatan ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap niat murni kebijakan kesehatan anak.






